Diseminasi Hasil Penelitian Gizi di Kabupaten Kapuas Hulu


Tim peneliti gizi ibu dan balita menggelar Diseminasi Hasil Penelitian di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat 22 Februari 2019. Diseminasi hasil penelitian dengan judul "Pendorong Pemilihan Makanan dalam Konteks Perubahan dari Produksi Tanaman Pangan Menjadi Tanaman Keras di Indonesia" serta edukasi kepada ibu balita dan kader diwilayah penelitian (Kalimantan Barat dan Papua) itu telah dilaksanakan sejak Tahun 2017 lalu di Kabupaten Kapuas Hulu. Daerah sampel kegiatan tersebut berjumlah 24 Desa yang berada di Kecamatan Kalis, Batang Lupar, Semitau, Puring Kencana dan Empanang. "Penelitian ini ada tiga kali survey, kami mengikuti pola makan ibu di tiga musim, pertama dua Minggu sebelum panen, kemudian saat panen pada bulan April - Mei dan sesaat sebelum panen di Oktober - November," terang Tim Peneliti dari Jurusan Gizi Fakultas Brawijaya Malang, Nia Novita saat kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Tim Peneliti dari Jurusan Gizi Fakultas Brawijaya Malang mengatakan, hasil temuan di lapangan  bahwa penggunaan bahan - bahan makanan lokal masih digunakan masyarakat, tetapi masih ada yang tidak menyadari bahwa potensi makanan lokal, keberagaman hayati yang ada disekitar hutan - hutan mereka itu mempunyai kandungan gizi yang sangat baik. Oleh karenanya pihaknya merekomendasikan bagaimana makanan atau kearifan lokal yang sudah ada disekitar masyarakat ini dijaga, kemudian masyarakat diberikan pemahaman bahwa sumber - sumber makanan tersebut sangat kaya jenis dan jumlah gizinya dikonsumsi dengan baik oleh masyarakat. "Justru ini yang menjadi kearifan lokal yang hanya ada di Kabupaten Kapuas Hulu dan mungkin tidak ada di daerah lain," kata Tim Peneliti dari Jurusan Gizi Fakultas Brawijaya Malang.

Dari hasil penelitian, Kabupaten Kapuas Hulu memiliki berbagai jenis sayur yang kaya akan vitamin A dan C, buah - buahan hutan, begitu juga dengan beragam jenis ikan air tawar yang hidup di perairan dan danau diwilayah Kabupaten Kapaus Hulu itu. "Seperti ikan - ikan yang ada, itu kaya akan omega tiga dan protein hewani, kami lihat jenis ikan sungainya sangat beragam dan itu sangat baik untuk memecahkan masalah gizi yang ada disini," papar Tim Peneliti dari Jurusan Gizi Fakultas Brawijaya Malang. Tim Peneliti dari Jurusan Gizi Fakultas Brawijaya Malang juga mencontohkan ikan - ikan kecil bisa diolah dengan pengolahan yang sederhana sangat baik diberikan kepada balita maupun ibu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, dr. Harisson, M. Kes mengatakan, masalah gizi di Kabupaten Kapuas Hulu harus dipahami secara baik oleh masyarakat. "Ibu - ibu kadang masih belum memahami tentang pentingnya pemberian asupan gizi yang baik kepada balita,". Maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu memaparkan, nantinya secara bersama - sama lintas sektor akan melakukan pemberdayaan wanita dengan baik, salah satunya dengan mengintensifkan penyuluhan. "Lakukan penyuluhan ke ibu - ibu rumah tangga, bagaimana cara memasaknya, bahan - bahan apa saja yang sebenarnya mempunyai nilai gizi tinggi untuk balita," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.

Seperti diketahui hasil penelitian bahwa Kabupaten Kapuas Hulu kaya sekali terhadap bahan - bahan makanan yang mempunyai gizi tinggi. Hanya saja selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyatakat, terutama  ibu - ibu rumah tangga untuk diberikan kepada balitanya. Selain itu tambah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kompetensi pengetahuan kader - kader kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu. "Karena kader ini merupakan ujung tombak, kalau mereka paham dalam mengajarkan ibu - ibu tentang  pemenuhan gizi tersebut diwilayahnya itu sangat kita harapkan," tutup Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan ini dihadiri pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, pihak perusahaan sawit Sinar Mas serta tamu undangan lainnya. (Doc. Bidang SAI-DKIS)

Share Post: