Kantor Imigrasi Putussibau Tunda Terbitkan 45 Paspor


Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau, Angga menuturkan pihaknya menunda penerbitan paspor wisata untuk 45 warga. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena berdasarkan hasil pendalaman oleh pihaknya, 45 orang tersebut ketahuan bahwa keberangkatan mereka bukanlah untuk berwisata melainkan bekerja. "Rata-rata mereka yang kami tunda penerbitan paspornya ini berusia 20-27 tahun. Waktu buat katanya wisata," kata Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau, Kamis 03 Januari 2019.

 

Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau menjelaskan, penundaan penerbitan paspor bagi 45 orang tersebut akan terus dilakukan hingga mereka mampu menunjukan syarat yang diinginkan oleh pihaknya. "Kalau mereka sudah melampirkan surat pernyataan dari keluarga, rekomendasi Desa dan rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kapuas Hulu karena ini wajib bagi mereka yang ingin bekerja di luar Negeri,". Kemudian dengan adanya surat dari Dinas Tenaga Kerja, minimal Pemkab Kapuas Hulu itu tahu jika ada masyarakatnya bekerja diluar Negeri. "Kebijakan seperti ini sudah lama, bahkan jika kita mengikuti aturan yang sebenarnya, kita bisa saja mengalihkan masyarakat yang ingin bekerja keluar Negeri itu buat paspornya di Kantor Imigrasi Sambas dan Entikong yang sudah ada layanan terpadu satu atap disana. Tapi itu tidak mungkin kita lakukan," jelas Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau.

 

Maka dari itu Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau sangat mengharapkan agar Kabupaten Kapuas Hulu ada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk melayani masyarakat yang membuat paspor dan bekerja keluar Negeri. "Dengan adanya BNP2TKI ini kita bisa melayani masyarakat Kapuas Hulu yang ingin bekerja keluar Negeri. "Sehingga ketika ada BNP2TKI maka Imigrasi kita ini sama dengan yang ada di Sambas maupun Sanggau, karena sudah ada pelayanan satu atap," tutup Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Kemigrasi Imigrasi Kelas III Putussibau.

Share Post: