Nilai Ekspor CPO Badau di Bulan April 2019, Capai USD 5,2 Juta


Pasca dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo, arus ekspor - impor barang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-Malaysia di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu terus meningkat. Selain memberi dampak ekonomis bagi masyarakat setempat, PLBN Nanga Badau juga telah menjadi sumber pendapatan bagi Indonesia.

Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu, Iputu Alit As menuturkan, bahwa arus keluar - masuk barang di PLBN Nanga Badau belum terlalu tinggi intensitasnya. Bahkan saat Ramadhan sekarang ini, belum ada peningkatan. "Saat ini arus keluar - masuk barang masih normal dan biasa saja," papar Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu, saat dihubungi via WhatsApp, Rabu 08 Mei 2019.

Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu menuturkan, komoditi yang dominan masuk atau di impor dari Malaysia ke Badau lewat PLBN adalah Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Sedangkan komoditi yang keluar atau ekspor dari Badau ke wilayah Malaysia berupa CPO Kelapa Sawit, ikan sungai dan sahang. "Kalau impor Sembako ini hanya dilakukan lima Kecamatan perbatasan saja," tegas Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu.

Untuk sisi dominasi impor atau ekspor, Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu menjelaskan bahwa dari sisi nilai, ekspor dari Badau ke Malaysia lebih besar dibanding nilai impor sembako yang masuk dari Malaysia ke Badau. "Untuk data ekspor CPO bulan April 2019 saja, totalnya USD 5,2 Juta, dengan kuantitas CPO sebanyak 11.400 ton," tutup Kepala Bea dan Cukai Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)

Share Post: